Tampilkan postingan dengan label CITY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CITY. Tampilkan semua postingan

TELAK! Dokumen Ini Mematahkan Tuduhan BPK kepada Ahok Terkait Sumber Waras

 

 

   


JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Badan Pemeriksa Keuangan menyerahkan hasil audit investasi pembelian Rumah Sakit Sumber Waras kepada Komisi Pemberantasan Korupsi kemarin. BPK menuduh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama bersalah membeli 3,6 hektare senilai Rp 755 miliar lahan Rumah Sakit Sumber Waras di Jakarta Barat itu pada 2014.
Basuki alias Ahok punya dalih untuk mematahkan tuduhan itu. Bagaimana fakta sebenarnya? Berikut ini dokumen dan keterangan-keterangan yang dimuat Koran Tempo edisi 8 Desember 2015.
Lokasi Salah
BPK: Lokasi lahan Sumber Waras bukan di Jalan Kiai Tapa, tapi di Jalan Tomang Utara.
Ahok: Lokasi tanah Sumber Waras seluas 3,6 hektare itu berada di Jalan Kyai Tapa, Grogol, Jakarta Barat bukan di Jalan Tomang.
FAKTA: Berdasarkan sertifikat Badan Pertanahan Nasional pada 27 Mei 1998, tanah itu berada di Jalan Kiai Tapa. Statusnya hak guna bangunan nomor 2878.

Peta Lokasi Rs Sumber Waras

Sertifikat RS Sumber Waras
NJOP Keliru
BPK: Karena letaknya di Jalan Tomang Utara, basis pembelian lahan Sumber Waras memakai nilai jual obyek pajak jalan itu Rp  7 juta per meter persegi.
Ahok: Penentu NJOP Sumber Waras adalah Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan yang menyebutkan pajak lahan itu mengikuti NJOP Jalan Kiai Tapa.
FAKTA: Faktur yang ditandatangani Satrio Banjuadji, Kepala Unit Pelayanan Pajak Daerah Grogol menyebutkan tanah itu di Jalan Kyai Tapa dengan NJOP sebesar Rp 20,7 juta.

NJOP RS Sumber Waras
Kerugian
BPK: Pembelian lahan Sumber Waras merugikan negara Rp 191 miliar karena ada tawaran PT Ciputra Karya Utama setahun sebelumnya sebesar Rp 564 miliar.
Ahok: Tawaran Ciputra itu ketika nilai jual obyek pajak belum naik pada 2013. Pada 2014, NJOP tanah di seluruh Jakarta naik 80 persen.
FAKTA: Berdasarkan data SIM PBB-P2 dari Direktorat Jenderal Pajak, NJOP lahan Sumber Waras  yang ditentukan pada 2013 naik dari Rp 12,2 juta sedangkan pada 2014 Rp 20,7 juta.
Pembelian tanpa kajian
BPK: Pembelian lahan Sumber Waras kurang cermat karena tanpa kajian dan perencanaan yang matang.
Ahok: Dibahas dan disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
APBD 2014: Pembelian tercantum di KUA-PPAS 2014 perubahan yang ditandatangani empat pimpinan DPRD 2014-2019: Ferrial Sofyan, Triwisaksana, Boy Bernadi Sadikin, dan Lulung Lunggana. (ARN)
Sumber: Gentaloka
 
SUMBER :
 
http://arrahmahnews.com/2015/12/08/telak-dokumen-ini-mematahkan-tuduhan-bpk-kepada-ahok-terkait-sumber-waras/

 http://www.gentaloka.com/2015/12/telak-ini-bukti-yang-dibeberkan-ahok.html

 https://m.tempo.co/read/news/2015/12/07/231725724/dokumen-ini-ungkap-4-fakta-audit-rs-sumber-waras/





 

M Sanusi, M Taufik, OTT KPK, Prabowo, Thamrin City

https://sanusi70.files.wordpress.com/2008/11/design02a.jpg?w=300&h=125
Kollaborasi antara si Engkong, warga Betawi tiga jaman dan si Entong seorang cukong (cucu engkong) yang kuliah di fakultas ekonomi jurusan Blok M - Grogol.
http://kriminalitas.com/wp-content/uploads/2016/04/sanusi1-1.jpg
Tertangkapnya M Sanusi dalam OTT KPK  menarik perhatian Engkong bukan karena masalah Pilgub DKI 2017, tapi karena setelah membaca berita disana-sini terasa ada yang enggak “nyambung”. Walaupun sudah agak pikun tapi si Engkong masih bisa merasakan kejanggalan ini.    Beberapa jam setelah tertangkap terlihat berita ini di TribunNews :
……Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Prabowo Soenirman, mengakui kehidupan mewah tertangkap KPK M Sanusi  karena memang memiliki harta kekayaan yang cukup banyak  ,
"Dia memang kaya, wajar dia kaya, kan pengusaha, dia yang punya Thamrin City, punya juga mal-mal di luar Jawa," kata Prabowo ditemui di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/4).
 Kemudian kakaknya menambahkan.

……Taufik kakak Sanusi meyakini adiknya itu tidak mungkin melakukan itu karena terkesan uang segitu kecil dibanding kekayaannya ."Saya enggak yakin dia melakukan itu. Dia pengusaha. Dia pengusaha properti. Thamrin City lah (contohnya, -red) duitnya kayak gimana (maksudnya , pasti bejibun)?" ucap Taufik.
 
Penelusuran dengan mbah Google menemukan fakta bahwa Thamrin City :
…………….     dibangun pada lahan seluas 13.6 Ha yang berada tepat di jantung Kota Jakarta  Dengan luas bangunan lebih dari 550.000 m2, Thamrin City terdiri      :
1. 9 lantai Pusat Perdagangan dan Perkantoran
Berada di lantai Dasar 1, lantai Dasar, lantai 1 – 7
2. Lahan Parkir yang luas dan tertata rapi
Berada di lantai dasar 1, lantai dasar, lantai 3A, 5, 6, 7, 8 
Dari weblog Sanusi didapat informasi berikut a.l.
Nama : Ir. H. Mohamad Sanusi
Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 4 Juli 1970
Alamat : Jalan Kayu Jati, Kampung Ambon, Jakarta Timur
Pendidikan :
Fak.Teknik Sipil Institut Sains & Teknik Nasional Jakarta (1995)
SMA Negeri 15 Jakarta (1989)
SMP Negeri 95 Jakarta (1986)
SD Negeri Sungai Bambu Jakarta (1983)
Pekerjaan : Direktur Marketing Citicon Mitra Tanah Abang (2004-2006), Direktur Utama Citicon Mitra Bukit Tinggi (2006-sekarang), Komisaris Citicon Media Land (2005 – 2007), Direktur Utama Bumi Raya Properti (2008-sekarang).
 
Dari biodatanya diatas kelihatan bahwa dia bukan melewatkan masa kecil dan mudanya dilingkungan elite. Bukan bersekolah seperti di daerah Menteng atau Kebayoran Baru.   Tidak seperti mantan gubernur Fauzi Bowo yang sekolah di Kanisius College, lalu kuliah di Jerman.

Tambahan lagi kakaknya si Taufik pernah kena kasus korupsi di KPUD Jakarta  dan divonis 18 bulan penjara pada tahun 2004 untuk kerugian negara  Rp488 juta ,  tapi menurut ICW  puluhan M. Jadi dari hal ini juga terlihat bahwa keduanya bukan dari keluarga yang mewarisi harta ratusan M atau Trilyunan. 
 
Kalau benar Sanusi demikian kayanya kemungkinan besar bukan dari warisan orang-tuanya, tapi dari hasil usahanya sendiri. Sekarang coba kita menebak-nebak nilai harta-kekayaannya cukup dari yang terlihat di Thamrin City. Tidak usah dulu mall-mall yang diluar pulau Jawa. 
 
Bayangkan berapa nilai Thamrin City , luas lahan 13,6 ha harga tanah ditengah kota Jakarta Rp100-150juta/m2. Kita ambil nilai terendah, walaupun sebenarnya letaknya super strategis dekat Bunderan HI. Nilai tanah =13,6 X 10.000 m2 X 100juta=13,6 Trilyun. Belum terhitung nilai bangunan.NIlai bangunan 550.000 m2 XRp15juta/m2 = 8,25 T Jadi kira-kira nilai Thamrin City 22T rupiah.

Selingan balada Slank :
Aku gak mau warisanmu
Aku gak mau kekayaanmu
Yang ku mau rasa sayangmu
Sesayang aku padamu

Reff:
Hidup sederhana
Gak punya apa-apa tapi banyak cinta

Hidup bermewah-mewahan
Punya segalanya tapi sengsara
Seperti para koruptor 2
x


Kalau Sanusi punya Thamrin City yang dibuka tahun 2010 pada saat dia berumur 40 tahun, berarti dia pengusaha yang sangat cepat sekelas Chairul Tanjung. Belum  lagi dikatakan dia punya mall-mall diluar P. Jawa mengapa dia cari penyakit sembunyi2 meminta  Rp2.2 M kepada PT APLN. Memang itu besar bagi rakyat biasa seperti si Engkong dan si Entong yang tiap hari naik-turun bis, lumayan tuh buat beli mobil LCGC Datsun Go 20 biji. Kalau punya duit segitu Si Entong bisa pergi kuliah naik mobil  dan dijamin sebentar lagi laris manis dan enggak jomblo . 
 
Tapi untuk pemilik Thamrin City  yang nilainya Rp 22T , uang RP 2,2 M itu seperti recehan. Jadi tanda-tanya kenapa Sanusi sebegitu “bodoh” mengambil resiko yang bisa menghancurkan reputasinya untuk sejumlah uang yang tidak sebanding dengan harta kekayaannya.
 
Kemudian kalau kita melihat website Thamrin City atau Agung Podomoro terlihat bahwa mall atau super-block tersebut masuk dalam Agung Podomoro Group. Sampai disini tambah pusing dan bingung kita menghubung-hubungkan Sanusi/Citicon, Thamrin City dan Agung Podomoro.

 Kalau Sanusi pemilik Thamrin City dan itu masuk Agung Podomoro Group, tentu hubungan dia dengan pemegang saham lainnya dekat sekali sehingga mudah bagi dia meminta fee, tidak usah pakai uang tunai segepok dan diserah-terimakan di mall tapi cukup membuat akte penambahan saham saja, supaya tidak terlacak KPK  dan OJK.
 
Rupanya teka-teki yang menclok di kepala si Engkong sama si Entong mungkin terpikir juga oleh pembaca lain dan juga para wartawan. Eh hari ini 5/4/2016, muncul berita dengan judul “Thamrin City Bukan Milik Sanusi”  nih kutipannya :
…..Thamrin City adalah properti yang dimiliki dan dikembangkan PT Jakarta Realty, perusahaan kolaborasi bentukan BUMD DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo dan Agung Podomoro Group yang merupakan induk usaha dari PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN).
Sanusi hanyalah tenaga pemasar yang digunakan jasanya untuk memasarkan unit-unit strata title pusat perdagangan dan unit-unit apartemen yang ada di Thamrin City.
Saat menjadi tenaga pemasar itu, posisi profesional Sanusi addalah sebagai Direktur Marketing PT Citicon Mitra Tanahabang. Perusahaan ini digandeng PT Jakarta Realty sebagai mitra pemasar Thamrin City.
………., bisa jadi yang bersangkutan memang "memiliki" Thamrin City sebagaimana dimaksud kakaknya, M Taufik.
Namun dia hanya memiliki unit-unit strata baik kios maupun apartemen. Bukan pemilik dalam arti mengembangkan dan memiliki seluruh kawasan multifungsi ini.

  Untung ada berita terakhir ini, jadi terjawablah teka-teki M Sanusi. Gara-gara ocehan Mr Prabowo Soenirman (bukan Subianto) and Mr Taufik sidang pembaca yang teliti jadi bingung berhari-hari. Terimakasih Kompas.com

Ini Disinformasi atau Misinformasi ?

 Definisi :

 Disinformation is intentionally false or inaccurate information that is spread deliberately.[1] It is an act of deception and false statements to convince someone of untruth. Disinformation should not be confused with misinformation, information that is unintentionally false. Wikipedia
 
  
 
sumber :
http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/04/01/prabowo-soal-sanusi-wajar-dia-kaya-dia-yang-punya-thamrin-city
http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/04/01/mohamad-taufik-sanusi-pengusaha-properti-thamrin-city-contohnya-duitnya-kayak-gimana?page=2
http://mallthamrincity.blogspot.ca/
https://sanusi70.wordpress.com/about/
http://news.detik.com/berita/2658421/ini-sosok-ketua-dpd-dki-gerindra-muhammad-taufik-yang-dilaporkan-kpu-ke-polri
http://www.antikorupsi.org/id/content/ketua-kpud-dki-m-taufik-tersangka-kasus-korupsi

Thamrin City Bukan Milik Sanusi

Selasa, 5 April 2016 | 23:11 WIB

http://assets.kompas.com/data/photo/2016/04/02/0529056SANUSI041459548879-preview780x390.jpg

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Megastruktur dalam konsep pengembangan multifungsi Thamrin City bukanlah aset properti milik M Sanusi, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, seperti ramai dibicarakan.

Thamrin City adalah properti yang dimiliki dan dikembangkan PT Jakarta Realty, perusahaan kolaborasi bentukan BUMD DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo dan Agung Podomoro Group yang merupakan induk usaha dari PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN).

Sanusi hanyalah tenaga pemasar yang digunakan jasanya untuk memasarkan unit-unit strata title pusat perdagangan dan unit-unit apartemen yang ada di Thamrin City.

Saat menjadi tenaga pemasar itu, posisi profesional Sanusi addalah sebagai Direktur Marketing PT Citicon Mitra Tanahabang. Perusahaan ini digandeng PT Jakarta Realty sebagai mitra pemasar Thamrin City.

Dari penelusuran Kompas.com, kinerja Sanusi saat itu, yakni kurun 2005, tidak memuaskan PT Jakarta Realty. Penjualan seret, sementara proyek harus tetap jalan. Padahal, dana untuk membiayai konstruksi Thamrin City 30 persen ekuitas perusahaan, 30 persen pinjaman perbankan, dan 40 persen penjualan.

Hingga kemudian, pemasaran diambil alih langsung oleh PT Jakarta Realty dengan menempatkan Vice President Corporate Marketing APLN, Indra W Antono, sebagai Deputi Direktur Pemasaran perusahaan konsorsium tersebut.

Riwayat Thamrin City

Saat dibesut pertama kali pada 1 Juni 2004, nama properti skala jumbo ini adalah Jakarta City Center atau disingkat JaCC. Terdiri dari pusat perdagangan alias trade center, apartemen Jakarta Residence, hotel Amaris, dan Jakarta Business Center.

Lokasinya strategis, untuk tidak dikatakan premium, yakni di Jl Kebon Kacang Raya, Kecamatan tanah Abang, Jakarta Pusat.

Luas lahan Thamrin City adalah 13,5 hektar dengan total luas bangunan 600.000 meter persegi.

Pusat perdagangannya, bukan pusat belanja sebagaimana ditulis beberapa media, terdiri dari 9.000 unit kios yang terangkum dalam 9 lantai.

Para konsultan yang terlibat di dalamnya, bukan sembarangan. Tercatat nama-nama besar yakni PT Airmas Asri sebagai arsitek fasad, hotel, dan perkantoran.

PT Megatika International sebagai arsitek trade center, PT Indomegah Cipta Bangun Citra sebagai arsitek konsep, PT Encona Engineering sebagai konsultan manajemen konstruksi, PT Skemanusa Consultama Teknik sebagai konsultan mekanik dan elektrik, PT Reynold Partnership sebagai konsultan quantity surveyor, dan Belt Collins International yang merupakan konsultan lanskap.

Adapun kontraktor proyek ditunjuk PT Pacific Prestress Indonesia sebagai penyedia tiang pancang, PT Hammer Sakti untuk pemancangan.

Thamrin City menelan investasi senilai Rp 1 triliun.

Kembali kepada Sanusi, bisa jadi yang bersangkutan memang "memiliki" Thamrin City sebagaimana dimaksud kakaknya, M Taufik.

Namun dia hanya memiliki unit-unit strata baik kios maupun apartemen. Bukan pemilik dalam arti mengembangkan dan memiliki seeluruh kawasan multifungsi ini.

 

SUMBER :

http://properti.kompas.com/read/2016/04/05/231102221/Thamrin.City.Bukan.Milik.Sanusi?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

 

 

 

Belanja di Thamrin City part. 1

 Mall milik M Sanusi tertangkap KPK
Sabtu ini izin sama Ms.Boss cabut cepet dari kantor untuk ketemu Botak dan keluarganya. Mau cari-cari batik dan kerudung untuk seragam keluarga juga cari mukena untuk seserahan (soalnya aku minta supaya mukena dipilihin sama Ibu).
Info yang kupunya cuman mereka ada di JCC deket bunderan HI. Wokeh kalo begitu., berangkat dari kantor sampai bunderan HI, terus tanya..!! Curigaku JCC yang dimaksud adalah pusat grosir pindahan pedagang Kwitang di belakang Grand Indonesia :D
Mbah Google bilang ada gedung dengan nama JaCC (Jakarta City Center) 100m dari Bunderan HI dan 150m dari Pusat Grosir Tanah Abang. Wokeehhh., brangkaaatttssss...
Sampai bunderan HI aku milih untuk tanya sama Pak satpam sebagai pihak yang tampaknya bisa dipercaya.
"Pak, JaCC ke arah mana yah Pak?"
"Oh, Mba jalan ke arah sana (menunjuk ke arah belakang GI seperti tebakanku), Mba jalan terus aja, itu ada tulisan Thamrin City, kesananya lagi".
"Owch, Thamrin City kesananya lagi yak Pak? Jauh gak Pak?"
"Iya Mba, itu kesananya lagi, agak lumayan kalo jalan dari sini"
Hmmm., baiklah.. karena bingung juga mau naik apa, mau naek Taxi kayaknya kedeketan sedangkan naik ojek di daerah sana aku juga gak tahu tarifnya, akhirnya kuputuskan untuk berjalan kaki. Sampai di jembatan depan Thamrin City aku gak melihat juga gedung dengan logo JaCC. Khawatir beneran masih jauh dan untuk mempercepat waktu karena keluarga Botak sudah tiba di JaCC saat aku baru aja ninggalin gedung kantor di daerah kebayoran baru, aku menyetop Bajaj Biru.
"JaCC Bang"
Abang Bajaj sambil pasang muka heran, "JaCC itu Mba?" sambil nunjuk ke arah Thamrin City.
"JaCC Bang, yang tempat batik. Cepetan yah Bang., saya buru-buru dan dah capek jalan soalnya" berusaha mencari alesan.
Akhirnya si Abang jalan juga, gedek.. gedek.. gedek.. gedek..
Gak berapa lama, di depan pintu ujung lain dari gedung Thamrin City Bajaj pun berhenti., hekkk????
"Ini Mba JaCC. Mba masuk dari situ aja"
"Owch., iyah Makasih Bang"

Dengan tampang setengah heran, saya akhirnya masuk gedung dengan pintu berlogo 'Thamrin City'. Memang di depannya ada spanduk bertemakan Pusat Grosir Batik. Tapi apa iya yang ini tempatnya??
Masuk ke gedung, clingak-clinguk.. Cari Lobby.
Ketemu meja informasi ada mas-mas bertampang bersih siap sedia disana.
"Mas, ini JaCC?"
"Iya Mba, ini dulunya namanya JaCC. Sekarang dah ganti nama jadi Thamrin City"Gubbrraaaaakkkkkk.... Jadi ngapain tadi gw nyetop Bajaj padahal dah di ujung idung gw gedungnyaa....
Botak n keluarga gak boleh tahu dahh..,,
Seeppp.,, yang penting dah sampai..!! Saatnya telpon Botak ada dimana. Minta info yang lebih akurat selain info dari dia kalo mereka ada di bagian batik-batik lantai dasar.
Padahal kan di sana tertera sebagai pusat batik, yang artinya hampir setengah bagian gedung diisi oleh pedagang batik. So, maksudnya kira-kira bagian batik-batik yang belah mana lagi yakk???
(huehehehehe..,, may be that's why we meant each other)

 
 
SUMBER :
http://celotehnengwhie.blogspot.ca/2010/07/belanja-di-thamrin-city-part-1.html
 
 
 








Teman Ahok Kebanjiran KTP sejak Ahok Umumkan Maju lewat Jalur Independen

http://assets.kompas.com/data/photo/2015/09/19/221423420150919-161116780x390.jpg

Beberapa peserta Piknik Senja mengumpulkan KTP mereka di booth yang ada di acara Piknik Senja, Sabtu (19/9/2015).

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 10.000 lembar formulir baru ludes sejak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan akan maju lewat jalur independen pada Pilkada DKI Jakarta 2017 dan nama Heru Budi Hartono dicantumkan sebagai calon wakil gubernurnya pada Senin (7/3/2016) lalu.
"Hanya dalam waktu dua hari habis, ini kita mau cetak terus," kata Juru Bicara Teman Ahok, Singgih Widiyastono, kepada Kompas.com di kantornya, Kamis (10/3/2016) malam.
Hingga malam hari, Markas Besar Teman Ahok di Perumahan Graha Pejaten, Jakarta Selatan, sibuk dibanjiri warga DKI yang membawa formulir. Ada juga yang melapor ingin membuka posko di rumahnya.

Singgih mengakui adanya kenaikan jumlah formulir yang terkumpul setelah Ahok mendeklarasikan dirinya akan maju lewat jalur independen dan menggandeng Heru Budi Hartono sebagai wakilnya pada pilkada tahun depan.

"Di booth Mall Kelapa Gading biasanya sekitar 2.000-an, kemarin itu sampai 3.200. Sampai ibu-ibu bantuin kami mengisi formulir," kata Singgih sambil menunjukkan foto-foto dokumentasi mereka.

Dalam dua bulan ke depan, Teman Ahok akan bekerja ekstrakeras. Hal itu disebabkan sekitar 77.000 KTP yang terkumpul sebelum pengumuman nama Heru sebagai cawagub perlu diverifikasi ulang.
Dalam formulir sebelumnya, nama cawagub dikosongkan. Verifikasi ulang akan dilakukan dengan menurunkan 300 hingga 500 relawan untuk mendatangi 77.000 pemilik KTP tersebut.
"Kami akan turun door-to-door," kata Singgih.

Singgih pun tak menampik akan adanya kemungkinan warga kembali menarik dukungannya karena tidak mengenal sosok Heru.
"Tetapi, sejauh ini belum ada sih ya," ujarnya.

Sosok Heru Budi Hartono yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta memang baru-baru ini dikenal masyarakat. Namun, berdasarkan cerita dari Teman Ahok, Heru memang tokoh yang tepat untuk maju bersama Ahok.
"Oke bangetlah pokoknya (Heru). Pak Ahok sendiri yang memilih, kami yakin itu pilihan yang baik," kata Singgih.

Di lapangan, Teman Ahok tidak hanya mengumpulkan KTP. Mereka juga turut mengampanyekan Heru.
"Ya jelas sebagai marketing juga kami, kalau ada yang bertanya, ya kami sampaikan kinerja bagusnya," ujar Singgih.

Teman Ahok menyambangi kediaman Ahok di Pluit, Jakarta Utara, hari Minggu malam lalu. Dalam pertemuan tersebut, Ahok menyatakan secara mantap akan mempertaruhkan nasibnya kepada Teman Ahok dan memilih Heru sebagai wakil.
"Senang sekali kami, sampai langsung ditelepon Pak Heru di depan kami," kata Singgih.

Kini, Teman Ahok sedang berusaha mengejar target untuk menembus 1 juta KTP. "Mudah-mudahan Mei bisa terkumpul," ujar Singgih.

 

 

SUMBER  :

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/03/11/09424901/Teman.Ahok.Kebanjiran.KTP.sejak.Ahok.Umumkan.Maju.lewat.Jalur.Independen?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=kpoprd

Warga Jakarta Bisa Mengadu ke Ahok, Ini Nomornya


 

By Andi Muttya Keteng
on 14 Jul 2014 at 19:48 WIB
/


Liputan6.com, Jakarta - Warga Ibukota kini bisa berkomunikasi langsung dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Pria yang karib disapa Ahok itu menyediakan nomor telepon khusus untuk warga yang membutuhkan.
"Bapak Ibu jangan sungkan SMS saya. Ajudan saya akan membagikan kartu nama yang tertera nomor saya. Jika Bapak Ibu butuh kursi roda, ada yang sakit, ijazah sekolahnya ditahan, ada yang dipersulit, silakan setiap saat laporkan," ucap Ahok di hadapan para jemaah saat sedang melakukan safari Ramadan di masjid Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara, Senin (14/7/2014).
Ahok mengaku, nomor khusus itu disediakan lantaran dia merasa sebagai seorang pejabat publik yang telah disumpah untuk melayani warganya. Sebagai wujud pejabat dapat selalu melayani semua keluhan ataupun permintaan bantuan apapun dari warganya, dia menyediakan nomor khusus itu.
"Saya ini seorang pejabat yang telah disumpah untuk membantu warga saya. Jadi jangan sampai kalau ada warga yang kesusahan tidak cerita ke saya. Tugas saya untuk membantu itu," ucap Ahok.
Dia mengatakan, apabila ada warga DKI yang menghadapi kesulitan dalam menggunakan fasilitas dan program dari Pemprov, dapat menghubunginya langsung melalui pesan singkat. Karena seluruh warga Jakarta berhak menerima setiap program peningkatan kesejahteraan yang dilaksanakan oleh Pemprov DKI.
"Harapan saya, Bapak Ibu sehat semua. Kalau sakit silakan langsung kunjungi Puskesmas terdekat. Kalau kesulitan dana untuk sekolah, kami sudah ada program KJP (Kartu Jakarta Pintar). Jangan sewaktu saya datang saja meminta santunan. Kami siap dihubungi setiap saat," kata Ahok.

Mau tahu nomor Ahok? Pada kartu namanya yang dibagikan setelah acara, tersedia 3 nomor telepon selular Ahok, yakni 

0811-944-728, 

0819-2766-6999, dan

0858-1129-1966.

0813-1744-6408.( pemda)

(Sss) .


SUMBER :
http://news.liputan6.com/read/2077810/warga-jakarta-bisa-mengadu-ke-ahok-ini-nomornya










Begini Modus Menyelipkan Anggaran Siluman pada RAPBD DKI

 

Rabu, 4 Maret 2015 | 14:00 WIB

Andri Donnal Putera

Sejumlah anggaran untuk pengadaan alat Book Sanitizer di RAPBD DKI Jakarta tahun anggaran 2015 versi DPRD DKI. Total pengadaan yang diperuntukkan di Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat ini mencapai Rp 7 miliar lebih.

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggaran sebesar Rp 12,1 triliun yang diduga akan dikorupsi menyelip dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta 2015. Gubernur Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama menduga, anggaran tersebut berasal dari proyek-proyek titipan DPRD DKI.
Tak mau dituduh, jajaran pimpinan DPRD DKI mengaku tidak tahu-menahu seputar adanya anggaran yang kemudian diistilahkan sebagai anggaran siluman itu. Mereka juga menyatakan bahwa pihak yang berwenang menyusun anggaran adalah lembaga eksekutif, dalam hal ini para pejabat Pemerintah Provinsi DKI yang notabene anak buah Ahok.
Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia, Sebastian Salang, menduga, ada permainan antara pejabat dinas dan anggota di balik temuan anggaran tersebut.
"Saya hanya menggambarkan kemungkinan permainan antara komisi dan dinas terkait. Ada program-program yang disusun oleh dinas terkait, tetapi titipan dari DPRD," kata Salang kepada Kompas.com, Rabu (4/3/2015).
Salang menduga, permainan antara pejabat dinas dan anggota DPRD terkait anggaran dilakukan saat pembahasan mengenai proyek-proyek yang akan diusulkan. Dalam situasi tersebut, kata dia, anggota DPRD memang berhak mengusulkan pengadaan proyek.
Untuk memuluskan proyeknya, kata Salang, para anggota DPRD DKI bisa saja mengancam pejabat dinas. Ancaman yang dilontarkan adalah ancaman untuk memotong anggaran proyek yang diajukan oleh dinas yang bersangkutan.
"(Titipan) bisa sebelum penyusunan anggaran oleh dinas terkait, bisa juga saat pembahasan. Dewan menitipkan. (Lalu) bila tidak disetujui, anggaran dari dinas terkait akan dipotong. Misalnya ada suatu dinas yang awalnya mengajukan penggunaan anggaran Rp 25 triliun, dipotong hanya Rp 5 triliun-Rp 10 triliun. Sering kali yang terjadi begitu," ujar dia.
Menurut Salang, kasus korupsi melalui proyek yang diselipkan pada rancangan APBD tergolong kasus yang sulit diendus. Sebab, apabila lembaga eksekutif dan lembaga legislatifnya sama-sama kompak untuk melakukan penggelembungan anggaran, maka dapat dipastikan bahwa hal itu tidak akan diketahui oleh orang banyak.
"Kalau disetujui, semuanya berjalan lancar. Tidak ada masyarakat yang tahu karena semua dibahas sesuai prosedur secara bersama-sama, (seolah) tidak ada aturan yang dilanggar," pungkasnya.

Jakarta Giant Sea Wall

the oosterscheldekering (easterscheld strum surge barrier) part of the Dutch Deltaworks

Belanda terkenal dengan dam penghalang badai laut, dan Jakarta Giant Sea Wall mengambil inspirasi dari bendungan penghalang banjir air pasang dari laut yang ada di Belanda. Nah seperti apa mahakarya negeri kincir angin dengan penduduk 16 juta jiwa lebih itu? Memang mencengangkan kalau kita baca dan lihat tulisan dan gambar dibawah ini.

The Delta karya adalah yang terbaik dan terbesar hambatan badai di dunia. Ada alasan mengapa bendungan dijuluki "keajaiban dunia kedelapan". Mereka dirancang setelah banjir tahun 1953 dan perlindungan menawarkan untuk tanah di sekitar delta Rhine-Meuse-Scheldt. Dengan Delta Works, kemungkinan banjir lainnya telah dikurangi menjadi sekali setiap 4000 tahun.

Banjir tahun 1953
The Delta Works dikembangkan setelah banjir tahun 1953. 20 jam badai utara-barat mendorong perairan Laut Utara sampai dengan ketinggian 4,20 meter di atas Amsterdam Ordnance Datum (tingkat air normal). Itu terlalu banyak untuk tanggul dari Zeeland untuk menangani. Hampir dua ribu orang tewas dan lebih dari 150.000 hektar lahan banjir.
 
Sejarah
Studi yang dilakukan pada tahun 1937 oleh Rijkswaterstaat (Departemen Pekerjaan Umum), menunjukkan bahwa keamanan di banyak bagian Belanda tidak dapat dijamin pada waktu badai dan permukaan air laut yang tinggi. Di daerah padat penduduk di dekat mulut sungai Rhine, Meuse, dan Schelde, terbukti sangat sulit untuk membangun tanggul baru atau memperkuat yang asli. Solusi pertama adalah untuk menutup semua muara sungai: Barat Schelde, Schelde Timur, yang Haringvliet, dan Brouwershavense Gat. Proposal ini dinamakan  'The Deltaplan'.
Pada tahun 1950, muara sungai pertama Gat yang Brieles 'dan Botlek ditutup. The Brielse Maas menjadi cekungan air tawar. Hal ini tidak hanya membuat daerah lebih aman, tetapi juga memberikan Voorne dengan pasokan air tawar. Rencananya adalah untuk membangun bendungan yang tersisa dalam dekade berikutnya.
Sayangnya, banjir terkenal tahun 1953 mencegah hal ini terjadi. Hampir dua ribu orang tewas dan lebih dari 150.000 hektar lahan terendam banjir. Orang-orang segera menyadari bahwa sesuatu harus dilakukan, dan sangat, sangat cepat.

http://www.deltawerken.com/modules/mediagallery/images/maps/dammen.jpg

Pekerjaan Pertama
Pada tahun 1958  tahap pertama Deltawork sudah operasional. Itu adalah penghalang badai di sungai Hollandse Ijssel. Penghalang ini (bukan bendungan) adalah sangat penting karena melindungi bagian barat padat penduduk Belanda (dikenal sebagai 'Randstad') terhadap banjir di masa depan. Tiga tahun kemudian, pada tahun 1961, dua mulut lagi yang ditutup: the Veerse Gat dan Zandkreek. Air antara bendungan ini segera menjadi segar dan sekarang dikenal sebagai Veerse Meer (Danau Veere).
 
Pintu air bendungan Haringvliet dan Brouwers

http://www.deltawerken.com/modules/mediagallery/showmedia.php?id=305&language=en&stylepath=/home/deltawerken.com/public_html/styles/blauwSebuah array besar pintu air dibangun di mulut Haringvliet untuk mengalirkan kelebihan air dari sungai Rhine. Para pintu air dapat dibuka selama musim dingin yang sangat dingin, untuk mencegah air pasang dari freezeing. Ini bisa menjadi
Sekilas bagian selatan dari pintu air Haringvliet
pintu air Haringvliet
diperlukan untuk mencegah pembekuan sungai besar Belanda. Oleh karena itu, hanya dalam situasi darurat, bahwa air garam dari Laut Utara akan diizinkan untuk mema
http://www.deltawerken.com/modules/mediagallery/showmedia.php?id=460&language=en&stylepath=/home/deltawerken.com/public_html/styles/blauw
suki Haringvliet air tawar. Setelah pembangunan bendungan Haringvliet, yang Haringvliet secara bertahap menjadi segar. Pada 1971, tujuh belas pintu air enam puluh meter lebar sepenuhnya operasional. The Brouwers bendungan, selatan bendungan Haringvliet, selesai hampir setahun kemudian.
 
The Eastern Schelde
Badai Surge Barrier beraksi!

Stormsurgebarrier
Menurut rencana semula, Schelde Timur akan ditutup, seperti muara sungai lainnya. Air tertutup di belakang bendungan karena itu akan menjadi segar, persis seperti air di Haringvliet dan Danau Veere. Ada beberapa hambatan yang tak terduga terhadap pembangunan bendungan tertutup, karena orang-orang khawatir bahwa lingkungan air garam unik dari Schelde Timur akan tidak ada lagi. Secara khusus, tidak hanya lingkungan, tetapi juga industri perikanan akan menderita bendungan. Pada tahun 1976, pemerintah Belanda menyetujui rencana alternatif: bukannya membangun bendungan tertutup, penghalang terbuka akan dibangun, yang berisi sejumlah pintu air yang hanya akan ditutup selama badai berat dan
Air mengalir kembali ke Utara-Sea

http://www.deltawerken.com/modules/mediagallery/showmedia.php?id=1702&language=en&stylepath=/home/deltawerken.com/public_html/styles/blauwBadai Surge Barrier Oosterschelde
tingkat air yang tinggi. Lingkungan air tawar yang unik dan kondisi perikanan yang menguntungkan akan dipertahankan. Enam puluh dua bukaan, masing-masing lebar empat puluh meter, akan dipasang untuk memungkinkan air garam sebanyak melalui mungkin. Itu seharusnya untuk mempertahankan gerakan pasang surut. The Schelde Timur penghalang gelombang badai ternyata menjadi salah satu struktur terbesar dunia. Biaya dari 'bendungan terbuka' yang cukup tinggi dari biaya bendungan tertutup biasa: 2.5 miliar euro yang dibutuhkan untuk menyelesaikan penghalang. Pada 4 Oktober 1986, Ratu Belanda Beatrix secara resmi membuka gelombang badai Schelde Timur.




sumber :

http://www.deltawerken.com/Deltaworks/23.html
http://www.deltawerken.com/modules/mediagallery/showmedia.php?id=1665&language=en&stylepath=/home/deltawerken.com/public_html/styles/blauw





Kencing ditempat umum, disemprot mobil tanki





Kalau ke India anda jangan sembarangan kencing ditempat umum sebab bisa disemprot dengan selang air dari mobil tanki.

Faisal: Saya Cuma Diajak Teman Ikut Demo

English: Manggarai train station in Jakarta, I...
English: Manggarai train station in Jakarta, Indonesia Bahasa Indonesia: Stasiun Manggarai (MRI), Jakarta Pusat. (Photo credit: Wikipedia)

JAKARTA, Sejumlah pengunjuk rasa yang berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (18/11), mengaku tidak tahu untuk apa mereka berunjuk rasa.
Siang ini sekitar 500 orang dari empat organisasi massa berunjuk rasa. Dari orasi dan spanduk yang dibawa, mereka mengecam rekomendasi Tim Delapan dan meminta polisi dan kejaksaan melanjutkan perkara pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (nonaktif), Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah.
Ratusan orang itu mengklaim dirinya sebagai anggota organisasi massa Gabungan Rakyat Anti Korupsi (GARASI), Bangun Nusa, Forum Masyarakat Peduli Keadilan, dan Komite Pemuda Nusantara. Sejumlah demonstran yang ditanya Kompas.com
mengaku berasal dari Tanah Tinggi, Johar Baru, Cengkareng, dan Manggarai.
Beberapa spanduk dan poster yang mereka bawa, antara lain, bertuliskan
"Tim Delapan Bukan Malaikat", "Tim Delapan = Badut Hukum", "Presiden Jangan Terpengaruh oleh Rekomendasi Tim Delapan", dan "Tim Delapan Kumpulan Badut-badut Bermasalah, Jangan Diikuti".
Faisal (27), dari GARASI, mengaku tidak kenal siapa saja anggota Tim Delapan. Berkaus oblong merah dengan celana jins dan bersandal jepit, Faisal berada di tengah kerumunan pengunjuk rasa. "Saya cuma diajak temen
ikutan demo," kata Faisal yang mengaku sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta.
Senada dengan Faisal, Ronald (30) pun mengaku, ia ikut unjuk rasa ini karena diajak teman. Kompas.com
bertanya pada lelaki yang memiliki tato di bahu kanan kirinya, kenapa kasus Bibit-Chandra harus dilanjutkan. Ia menjawab sambil tertawa kecil, "Karena Tim Delapan sok kuasa."
*KOMPAS.com

View the original article here
Enhanced by Zemanta

Pantesan "Made In" China Bisa Dijual Murah

A collection of snaps, mostly taken on the highways of China and published by China Foto Press, reveal drivers who load up their vehicles far beyond their limits as they go about their daily business. These pictures show ridiculously heavy trucks, bikes and tractors with goods piled up to 20 feet above their heads, leaning at unusual angles under the load.
"Highway and bridge tolls in China are too high for transportation companies," said Cui Zhongfu, secretary-general of the China Federation of Logistics and Purchasing. "Sometimes, they can account for as much as 20 percent of the total expense." Therefore, many companies carry too much freight to try to make trips more profitable and compete with rivals.
overloaded-vehicles-china-10
Overloading is a serious problem in China and a hazard for other vehicles and pedestrians. According to authorities, 80 percent of trucks are overloaded. These vehicles have been damaging the country's crumbling highways and collapsed many bridges in the past.

For months, a bridge over the Qiantang River in Hangzhou, that was designed for vehicles weighing only 30 tons and trailers weighing 55 tons, was abused by truckers carrying loads in excess of 100 tons. The bridge finally gave away in July 2011, when a 129-ton truck tried to cross it. In the same month, a bridge in Yancheng, Jiangsu province and another 301-meter steel-arch bridge in Wuyishan, Fujian province, collapsed. Both bridges had been built about 10 years ago.
China has about 660,000 bridges, the most of any country in the world. But each year, more than a dozen of them collapse. Overloading is one of the many reasons of bridge failure.
overloaded-vehicles-china-11
overloaded-vehicles-china-1
overloaded-vehicles-china-2
overloaded-vehicles-china-3
overloaded-vehicles-china-5
overloaded-vehicles-china-6
overloaded-vehicles-china-7
overloaded-vehicles-china-8
overloaded-vehicles-china-9
overloaded-vehicles-china-12
overloaded-vehicles-china-13
overloaded-vehicles-china-14
overloaded-vehicles-china-15
overloaded-vehicles-china-16
overloaded-vehicles-china-17
overloaded-vehicles-china-4
overloaded-vehicles-china-18
overloaded-vehicles-china-19
overloaded-vehicles-china-20
overloaded-vehicles-china-21
Sources: Dailymail, China Daily


























Edarkan sabu dalam bungkus permen, Ahok dibekuk polisi

Edarkan sabu dalam bungkus permen, Ahok dibekuk polisi



Merdeka.com - JT alias Ahok (34) ditangkap polisi setelah kedapatan memiliki 6,6 gram sabu dan 10 butir ekstasi. Ahok ditangkap di depan Stasiun Sawah Besar, Jakarta Pusat.

"Dia merupakan pengedar narkoba," ujar Kapolsek Sawah Besar Kompol Shinto Silitonga dalam pesan singkatnya, Senin (24/1).

Shinto menambahkan penangkapan terhadap Ahok bermula saat polisi sedang menggelar razia di depan Stasiun Sawah Besar. Pada saat melakukan penggeledahan terhadap Ahok, polisi menemukan ekstasi sebanyak 10 butir disimpan di balik lipatan topi warna hitam yang di pakainya.

"Setelah dilakukan pemeriksaan di Polsek Sawah Besar di dapat informasi tersangka juga menyimpan sabu di dalam bungkus permen di rumahnya," katanya.



Selanjutnya polisi membawa Ahok ke rumahnya untuk menunjukkan sabu tersebut. Dari rumah Ahok, polisi menyita 1 buah tas kecil warna merah yang di dalamnya berisi 1 paket plastik berisi 10 butir ekstasi berlogo 7, 1 buah kaleng permen yang di dalamnya terdapat 3 paket plastik berisi sabu seberat 3,7 gram, 1 buah kaleng permen di dalamnya terdapat 3 paket plastik berisi sabu seberat 1,1 gram dan 6 bungkus permen di mana di dalamnya berisi sabu dengan berat total 6,6 gram.

Selain itu, polisi juga menyita 1 unit alat timbang, 1 buah plastik berisi klip ukuran kecil dan 1 set alat pengisap sabu yang terbuat dari botol plastik. Ahok dijerat pasal 114 UURI No 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara.

Sumber:

 http://www.merdeka.com/peristiwa/edarkan-sabu-dalam-bungkus-permen-ahok-dibekuk-polisi.html

Polisi Tidak Berani Tilang Kiyai Bermotor Tanpa Helm




Rupanya kalau kita bisa punya nyali seperti pak kiyai ini, polisi bakalan nyiut nyalinya untuk sembarangan menilang. Kalau anda lain kali nyaris kena tilang boleh juga pakai jurus pak kiyai ini untuk menghindar kena tilang. Silahkan tonton video diatas  dan baca ceritanya .

Tempat kost untuk karyawan didaerah Jl Jendral Sudirman dan Jl Thamrin yang murah dan nyaman klik disini.


 


Jakarta - Ada video berjudul 'Kyai Ngamuk' di YouTube yang tengah diperbincangkan, Jumat (6/12/2013). Dalam video itu, seorang pria bersorban mengamuk karena ditilang personel Polres Karawang, Jabar. Pria itu tak memakai helm dan tak memiliki SIM.

jokowi pakai sorban
Kalau lagi pakai sorban begini, yah jelaslah susah kalau
harus dipasangin helm
Video itu diunggah 'ptv ind' pada 5 Desember 2013. Dalam tayangan berdurasi 2 menit 50 detik itu itu tergambar bahwa petugas kepolisian tengah melakukan Operasi Zebra Lodaya di Karawang. Disebutkan razia digelar di depan Lapang Karangpawitan.

Pria bersorban itu marah-marah kepada petugas yang menilangnya. Bahkan dia sampai menyebut-nyebut akan melaporkan ke Kapolri. Untung petugas sabar, tak ada yang merespons berlebihan aksi pria itu. Pria bersorban itu malah mengaku dirinya memang tak biasa memakai helm.

Tempat kost untuk karyawan didaerah Jl Jendral Sudirman dan Jl Thamrin yang murah dan nyaman klik disini.

"Polisi menganggap saya teroris, semua SIM dijual. Saya keliling Indonesia nggak pakai helm, saya lebih aman pakai ini. Biar saya mati pakai begini, enak saja nilang-nilang," teriak pria itu.

Petugas kepolisian dan sejumlah warga hanya mendengarkan ucapan pria itu. Tak lama seorang warga meminta agar pria itu jalan dan beristighfar. Kata-kata pria itu sudah tak mencerminkan lagi seorang pemuka agama.

Hingga kemudian akhirnya pria bersorban itu pergi dengan mengendarai motor matic sambil membonceng perempuan berjilbab yang mengenakan helm.

"Saya tantang yang jago-jago di sini," ujar pria itu dengan nada tinggi sambil pergi dengan motornya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari Satlantas Polres Karawang. Kabid Humas Polda Jabar yang dikonfirmasi soal tayangan di Youtube ini juga belum merespons.

 Tempat kost untuk karyawan didaerah Jl Jendral Sudirman dan Jl Thamrin yang murah dan nyaman klik disini.




Dikutip dari Detik News



Lurah Susan tidak konsisten




Oleh :Rinto Harahap

Rupanya lurah Susan tidak konsisten dalam cita-citanya, karena dulunya mau jadi dokter, insinyur dsb, tapi sekarang malah jadi Lurah Lenteng Agung.Coba baca tulisan ini dan tonton video diatas.

Fenomena Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli yang beragama kristen masih saja dipersoalkan. Bahkan ada seorang menteri yang mengatakan agar lurah cantik ini ditinjau lagi penempatannya,

hahaha penulis teringat kemaren baru saja melakukan pemilihan untuk RT/RW yg diperebutkan 2 org. Ada 200 pemilih Cuma 4 org yg minoritas termasuk saya, dalam pemilihan tsb tetangga menyapa saya.

“Eeeh Pak Rinto mengapa gak mencalonkan jadi ketua RT? Berhubung kandidatnya Cuma 2 org dan itu jg dari satu perusahaan yg sama. Siapa tau loh?”, Tanya si tetangga dengan berseloroh.

“Ohh gak pak Budi, gimana caranya saya jd Ketua RT wong pergi aja gelap pulang gelap setiap hari, Minggu ke gereja. Wadoooh kapan saya ngelayanin warga” Jawabku sedikit bercanda.

“Iya nih pak Rinto terkadang sy jg malas kalo ada pemilihan-2 spt ini, rata-rata kandidatnya belum spt pemimpin menurut saya, kepengen deh suatu saat dipimpin oleh ketua RT non mayoritas”, Katanya sambil melangkah ke antrian panitia.




Kembali ke lurah cantik, yang kata para pendemonya utk ditinjau lagi penempatannya. Dalam hati saya bingung.. emank mau ditempatin dimana lagi yah? Bukannya dimana-mana mayoritas? Bahkan ada seorang yang berkata yg membuat saya senyum-2 simpul.. aaah Susan gak konsisten harusnya kah dia di dinas kesehatan kok malah jadi Lurah?

Jari saya pun langsung menggerayangi keyboard untuk memcari berita tsb. Waah ternyata saya Cuma dapat link youtube doank : http://www.youtube.com/watch?v=l7E28g9TMsM

Aaah sudah lah penulis g suka politik mari kita bernyanyi dr link di atas!

Susan, susan kalo gede mau jadi apa?
 Tempat  kost untuk karyawan didaerah Jl Jendral Sudirman dan Jl Thamrin yang murah dan nyaman klik disini.



 Sumber :
 http://hiburan.kompasiana.com/humor/2013/09/30/lurah-susan-tidak-konsisten-596376.html



Stasiun KA Dukuh Atas Manjakan Penumpang

JAKARTA (Pos Kota) – Kawasan Dukuh Atas atau banyak dikenal orang sebagai Blora belakangan ini semakin banyak mendapatkan perhatian masyarakat. Terlebih dengan hampir selesainya salah satu
stasiun penunjang angkutan massal di pinggri Kali Ciliwung yang berdekatan dengan Jembatan Jl. Jend. Sudirman.
Sebagai salah satu daerah kawasan sentra bisnis Jl. Jend. Sudirman dan jl. MH. Thamrin tentunya stasiun penunjang yang dulu dikenal sebagai Stasiun Dukuh Atas dan kini menjadi Stasiun Sudirman bakal menjadi salah satu lokasi yang banyak dituju masyarakat.
Bahkan diperkirakan beberapa tahun mendatang bakal menjadi stasiun terbesar di Jakarta selain Stasiun Kota, Gambir, Manggarai dan Jatinegara. Ini dilihat dari lokasi yang menjadi salah satu stasiun penghubung bagi pengguna jasa Kereta Rel Listrik (KRL) ke kawasan Sudirman dan Tharim.
Jika kepadatan arus lalulintas di dalam kota Jakarta semakin bertambah parah tentunya angkutan massal yang satu ini bakal menjadi primadona bagi warga yang tinggal di Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang.
Mereka dengan cepat dapat menuju ke tempat kerja kawasan Sudirman dan Thamrin dengan menggunakan KRL yang melintas setiap saat. Tak hanya itu calon penumpang KRl juga akan dimanjakan dengan fasilitas yang tersedia di Stasiun Sudirman yang nantinya bakal berkaitan dengan sarana transportasi lainnya seperti MRT (Mass Rapid Transportation) dan Kereta Lingkar Kota (Loop line).
Menghadapi kemajuan dan perkembangan stasiun ini juga sudah dilengkapi empat buah tangga jalan, satu lift dan sarana tunggu calon penumpang yang nyaman dan santai. Ke empat buah tangga jalan itu memudahkan calon penumpang dari atau ingin ke arah Jl. Jend. Sudirman baik dari arah Tanah Abang maupun Manggarai.
TANGGA JALAN SUDAH BERFUNGSI

Memasuki lorong pintu masuk dari arah Jl. Jend. Sudirman setiap calon pengunjung akan bertemu dengan loket penjualan karcis disudut kiri atas stasiun. Namun, calon penumpang akan langsung melihat suasana lapang ruang tunggu dibagian tengah tersebut.
“Tangga jalan memang sudah beroperasi atau berjalan sejak beberapa hari lalu. Untuk tiket karcis yang menggunakan kartu sampai saat ini memang belum dipergunakan,” kata Staf Stasiun Sudirman Arsyad.
Penggunaan kartu untuk calon penumpang yang naik dari kawasan Jl. Jend. Sudirman masih belum berlaku tapi lorong, tempat tunggu calon penumpang dan pintu masuk sudah disiapkan. Setelah calon penumpang masuk ke ruang tunggu baru turun menggunakan tangga jalan jika ingin naik KRL dibawah.
Ditambahkannya, penggunaan kartu karcis untuk calon penumpang memang masih terus dipelajari dan yang sudah diuji coba di Stasiun Sawah Besar. “Calon penumpang masih membeli karcis seperti biasa,” ujarnya.
Selain tangga jalan dan lift, tambah dia, stasiun ini juga dilengkapi kamar kecil atau WC dan kamar ATM bagi yang ingin mempergunakannya.
Stasiun ini memang memiliki dua pintu keluar dan masuk, ujarnya yang pertama dilantai dasar dari Jl. Ratiu Harhari atau persis di depan Pasar Blora. Setiap calon penumpang akan melewati Gapura setengah lingkaran yang bertulisan Stasiun Sudirman.
Sedangkan pintu masuk dan keluar dari bagian atas berada di Jembatan Jl. Jend. Sudirman. Setiap calon penumpang harus melalui lorong yang menghubungkan ruang tunggu penumpang dan loket penjualan karcis.
Setelah membeli karcis calon penumpang bis menunggu di tempat yang disediakan di lantai atas dan setelah kereta yang dituju akan datang. Calon penumpang bisa turun melalui tangga jalan yang ada di kanan dan kiri tempat tunggu calon penumpang tersebut. (anton/dms)

Stasiun KA Dukuh Atas Manjakan Penumpang | Poskotanews.com