Tampilkan postingan dengan label PILGUB JKT 2017. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PILGUB JKT 2017. Tampilkan semua postingan

Habiburokhman Terjun Dari Monas Dengan Selamat pakai alat ini





Habiburokhman bisa tetap melaksanakan nazarnya malah sambil ketawa-ketiwi dia melayang di kawasan Monas lalu  mendaratkan Jetpacknya di halaman Balaikota dan disambut Ahok. Andaikan   Teman Ahok membelikan Martin Jetpack ini seharga $150.000/unit (= +/- Rp 2M)

http://kostsudirmanthamrin.blogspot.ca/



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9VSpd0CaV7a09bbyQLk59vdtfdjh1XPk1T6YU1THwVlIl0mw1oPtfqCdxIgErS39BfuEbiREWrXbiE_ayblWNufUUe9ktrTiH6m17fxLl04ZIsA4Sz8AqS-vXLCtnqNGECrvUg1mc-BEw/s1600/MONAS-2016-03-24_1728.png

M Sanusi, M Taufik, OTT KPK, Prabowo, Thamrin City

https://sanusi70.files.wordpress.com/2008/11/design02a.jpg?w=300&h=125
Kollaborasi antara si Engkong, warga Betawi tiga jaman dan si Entong seorang cukong (cucu engkong) yang kuliah di fakultas ekonomi jurusan Blok M - Grogol.
http://kriminalitas.com/wp-content/uploads/2016/04/sanusi1-1.jpg
Tertangkapnya M Sanusi dalam OTT KPK  menarik perhatian Engkong bukan karena masalah Pilgub DKI 2017, tapi karena setelah membaca berita disana-sini terasa ada yang enggak “nyambung”. Walaupun sudah agak pikun tapi si Engkong masih bisa merasakan kejanggalan ini.    Beberapa jam setelah tertangkap terlihat berita ini di TribunNews :
……Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Prabowo Soenirman, mengakui kehidupan mewah tertangkap KPK M Sanusi  karena memang memiliki harta kekayaan yang cukup banyak  ,
"Dia memang kaya, wajar dia kaya, kan pengusaha, dia yang punya Thamrin City, punya juga mal-mal di luar Jawa," kata Prabowo ditemui di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/4).
 Kemudian kakaknya menambahkan.

……Taufik kakak Sanusi meyakini adiknya itu tidak mungkin melakukan itu karena terkesan uang segitu kecil dibanding kekayaannya ."Saya enggak yakin dia melakukan itu. Dia pengusaha. Dia pengusaha properti. Thamrin City lah (contohnya, -red) duitnya kayak gimana (maksudnya , pasti bejibun)?" ucap Taufik.
 
Penelusuran dengan mbah Google menemukan fakta bahwa Thamrin City :
…………….     dibangun pada lahan seluas 13.6 Ha yang berada tepat di jantung Kota Jakarta  Dengan luas bangunan lebih dari 550.000 m2, Thamrin City terdiri      :
1. 9 lantai Pusat Perdagangan dan Perkantoran
Berada di lantai Dasar 1, lantai Dasar, lantai 1 – 7
2. Lahan Parkir yang luas dan tertata rapi
Berada di lantai dasar 1, lantai dasar, lantai 3A, 5, 6, 7, 8 
Dari weblog Sanusi didapat informasi berikut a.l.
Nama : Ir. H. Mohamad Sanusi
Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 4 Juli 1970
Alamat : Jalan Kayu Jati, Kampung Ambon, Jakarta Timur
Pendidikan :
Fak.Teknik Sipil Institut Sains & Teknik Nasional Jakarta (1995)
SMA Negeri 15 Jakarta (1989)
SMP Negeri 95 Jakarta (1986)
SD Negeri Sungai Bambu Jakarta (1983)
Pekerjaan : Direktur Marketing Citicon Mitra Tanah Abang (2004-2006), Direktur Utama Citicon Mitra Bukit Tinggi (2006-sekarang), Komisaris Citicon Media Land (2005 – 2007), Direktur Utama Bumi Raya Properti (2008-sekarang).
 
Dari biodatanya diatas kelihatan bahwa dia bukan melewatkan masa kecil dan mudanya dilingkungan elite. Bukan bersekolah seperti di daerah Menteng atau Kebayoran Baru.   Tidak seperti mantan gubernur Fauzi Bowo yang sekolah di Kanisius College, lalu kuliah di Jerman.

Tambahan lagi kakaknya si Taufik pernah kena kasus korupsi di KPUD Jakarta  dan divonis 18 bulan penjara pada tahun 2004 untuk kerugian negara  Rp488 juta ,  tapi menurut ICW  puluhan M. Jadi dari hal ini juga terlihat bahwa keduanya bukan dari keluarga yang mewarisi harta ratusan M atau Trilyunan. 
 
Kalau benar Sanusi demikian kayanya kemungkinan besar bukan dari warisan orang-tuanya, tapi dari hasil usahanya sendiri. Sekarang coba kita menebak-nebak nilai harta-kekayaannya cukup dari yang terlihat di Thamrin City. Tidak usah dulu mall-mall yang diluar pulau Jawa. 
 
Bayangkan berapa nilai Thamrin City , luas lahan 13,6 ha harga tanah ditengah kota Jakarta Rp100-150juta/m2. Kita ambil nilai terendah, walaupun sebenarnya letaknya super strategis dekat Bunderan HI. Nilai tanah =13,6 X 10.000 m2 X 100juta=13,6 Trilyun. Belum terhitung nilai bangunan.NIlai bangunan 550.000 m2 XRp15juta/m2 = 8,25 T Jadi kira-kira nilai Thamrin City 22T rupiah.

Selingan balada Slank :
Aku gak mau warisanmu
Aku gak mau kekayaanmu
Yang ku mau rasa sayangmu
Sesayang aku padamu

Reff:
Hidup sederhana
Gak punya apa-apa tapi banyak cinta

Hidup bermewah-mewahan
Punya segalanya tapi sengsara
Seperti para koruptor 2
x


Kalau Sanusi punya Thamrin City yang dibuka tahun 2010 pada saat dia berumur 40 tahun, berarti dia pengusaha yang sangat cepat sekelas Chairul Tanjung. Belum  lagi dikatakan dia punya mall-mall diluar P. Jawa mengapa dia cari penyakit sembunyi2 meminta  Rp2.2 M kepada PT APLN. Memang itu besar bagi rakyat biasa seperti si Engkong dan si Entong yang tiap hari naik-turun bis, lumayan tuh buat beli mobil LCGC Datsun Go 20 biji. Kalau punya duit segitu Si Entong bisa pergi kuliah naik mobil  dan dijamin sebentar lagi laris manis dan enggak jomblo . 
 
Tapi untuk pemilik Thamrin City  yang nilainya Rp 22T , uang RP 2,2 M itu seperti recehan. Jadi tanda-tanya kenapa Sanusi sebegitu “bodoh” mengambil resiko yang bisa menghancurkan reputasinya untuk sejumlah uang yang tidak sebanding dengan harta kekayaannya.
 
Kemudian kalau kita melihat website Thamrin City atau Agung Podomoro terlihat bahwa mall atau super-block tersebut masuk dalam Agung Podomoro Group. Sampai disini tambah pusing dan bingung kita menghubung-hubungkan Sanusi/Citicon, Thamrin City dan Agung Podomoro.

 Kalau Sanusi pemilik Thamrin City dan itu masuk Agung Podomoro Group, tentu hubungan dia dengan pemegang saham lainnya dekat sekali sehingga mudah bagi dia meminta fee, tidak usah pakai uang tunai segepok dan diserah-terimakan di mall tapi cukup membuat akte penambahan saham saja, supaya tidak terlacak KPK  dan OJK.
 
Rupanya teka-teki yang menclok di kepala si Engkong sama si Entong mungkin terpikir juga oleh pembaca lain dan juga para wartawan. Eh hari ini 5/4/2016, muncul berita dengan judul “Thamrin City Bukan Milik Sanusi”  nih kutipannya :
…..Thamrin City adalah properti yang dimiliki dan dikembangkan PT Jakarta Realty, perusahaan kolaborasi bentukan BUMD DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo dan Agung Podomoro Group yang merupakan induk usaha dari PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN).
Sanusi hanyalah tenaga pemasar yang digunakan jasanya untuk memasarkan unit-unit strata title pusat perdagangan dan unit-unit apartemen yang ada di Thamrin City.
Saat menjadi tenaga pemasar itu, posisi profesional Sanusi addalah sebagai Direktur Marketing PT Citicon Mitra Tanahabang. Perusahaan ini digandeng PT Jakarta Realty sebagai mitra pemasar Thamrin City.
………., bisa jadi yang bersangkutan memang "memiliki" Thamrin City sebagaimana dimaksud kakaknya, M Taufik.
Namun dia hanya memiliki unit-unit strata baik kios maupun apartemen. Bukan pemilik dalam arti mengembangkan dan memiliki seluruh kawasan multifungsi ini.

  Untung ada berita terakhir ini, jadi terjawablah teka-teki M Sanusi. Gara-gara ocehan Mr Prabowo Soenirman (bukan Subianto) and Mr Taufik sidang pembaca yang teliti jadi bingung berhari-hari. Terimakasih Kompas.com

Ini Disinformasi atau Misinformasi ?

 Definisi :

 Disinformation is intentionally false or inaccurate information that is spread deliberately.[1] It is an act of deception and false statements to convince someone of untruth. Disinformation should not be confused with misinformation, information that is unintentionally false. Wikipedia
 
  
 
sumber :
http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/04/01/prabowo-soal-sanusi-wajar-dia-kaya-dia-yang-punya-thamrin-city
http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/04/01/mohamad-taufik-sanusi-pengusaha-properti-thamrin-city-contohnya-duitnya-kayak-gimana?page=2
http://mallthamrincity.blogspot.ca/
https://sanusi70.wordpress.com/about/
http://news.detik.com/berita/2658421/ini-sosok-ketua-dpd-dki-gerindra-muhammad-taufik-yang-dilaporkan-kpu-ke-polri
http://www.antikorupsi.org/id/content/ketua-kpud-dki-m-taufik-tersangka-kasus-korupsi

Thamrin City Bukan Milik Sanusi

Selasa, 5 April 2016 | 23:11 WIB

http://assets.kompas.com/data/photo/2016/04/02/0529056SANUSI041459548879-preview780x390.jpg

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Megastruktur dalam konsep pengembangan multifungsi Thamrin City bukanlah aset properti milik M Sanusi, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, seperti ramai dibicarakan.

Thamrin City adalah properti yang dimiliki dan dikembangkan PT Jakarta Realty, perusahaan kolaborasi bentukan BUMD DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo dan Agung Podomoro Group yang merupakan induk usaha dari PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN).

Sanusi hanyalah tenaga pemasar yang digunakan jasanya untuk memasarkan unit-unit strata title pusat perdagangan dan unit-unit apartemen yang ada di Thamrin City.

Saat menjadi tenaga pemasar itu, posisi profesional Sanusi addalah sebagai Direktur Marketing PT Citicon Mitra Tanahabang. Perusahaan ini digandeng PT Jakarta Realty sebagai mitra pemasar Thamrin City.

Dari penelusuran Kompas.com, kinerja Sanusi saat itu, yakni kurun 2005, tidak memuaskan PT Jakarta Realty. Penjualan seret, sementara proyek harus tetap jalan. Padahal, dana untuk membiayai konstruksi Thamrin City 30 persen ekuitas perusahaan, 30 persen pinjaman perbankan, dan 40 persen penjualan.

Hingga kemudian, pemasaran diambil alih langsung oleh PT Jakarta Realty dengan menempatkan Vice President Corporate Marketing APLN, Indra W Antono, sebagai Deputi Direktur Pemasaran perusahaan konsorsium tersebut.

Riwayat Thamrin City

Saat dibesut pertama kali pada 1 Juni 2004, nama properti skala jumbo ini adalah Jakarta City Center atau disingkat JaCC. Terdiri dari pusat perdagangan alias trade center, apartemen Jakarta Residence, hotel Amaris, dan Jakarta Business Center.

Lokasinya strategis, untuk tidak dikatakan premium, yakni di Jl Kebon Kacang Raya, Kecamatan tanah Abang, Jakarta Pusat.

Luas lahan Thamrin City adalah 13,5 hektar dengan total luas bangunan 600.000 meter persegi.

Pusat perdagangannya, bukan pusat belanja sebagaimana ditulis beberapa media, terdiri dari 9.000 unit kios yang terangkum dalam 9 lantai.

Para konsultan yang terlibat di dalamnya, bukan sembarangan. Tercatat nama-nama besar yakni PT Airmas Asri sebagai arsitek fasad, hotel, dan perkantoran.

PT Megatika International sebagai arsitek trade center, PT Indomegah Cipta Bangun Citra sebagai arsitek konsep, PT Encona Engineering sebagai konsultan manajemen konstruksi, PT Skemanusa Consultama Teknik sebagai konsultan mekanik dan elektrik, PT Reynold Partnership sebagai konsultan quantity surveyor, dan Belt Collins International yang merupakan konsultan lanskap.

Adapun kontraktor proyek ditunjuk PT Pacific Prestress Indonesia sebagai penyedia tiang pancang, PT Hammer Sakti untuk pemancangan.

Thamrin City menelan investasi senilai Rp 1 triliun.

Kembali kepada Sanusi, bisa jadi yang bersangkutan memang "memiliki" Thamrin City sebagaimana dimaksud kakaknya, M Taufik.

Namun dia hanya memiliki unit-unit strata baik kios maupun apartemen. Bukan pemilik dalam arti mengembangkan dan memiliki seeluruh kawasan multifungsi ini.

 

SUMBER :

http://properti.kompas.com/read/2016/04/05/231102221/Thamrin.City.Bukan.Milik.Sanusi?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

 

 

 

Surat Terbuka Dari Medan Kepada Ahmad Dhani,Lucu



Terkait sebuah kalimat ungkapan Ahmad Dhani, menyebut bahwa "PEMIMPIN NON MUSLIM ITU SAMA SAJA DENGAN LGBT DAN BABI" tentu menimbulkan berbagai banyak tentangan terutama baik dari kalangan muslim dan terlebih dari kalangan Non Muslim.
Khususnya seorang putra batak asal medan, Marulak Sinurat, melayangkan surat terbuka Untuk Ahmad Dhani, dan berikut isi. -sebuah catatan pribadi atas hilangnya logika KEJANTANAN SEJATI dalam bertempur-


Horassss Lae Ahmad Dhani….

Apa kabar kau di Jakarta sana Lae ?
sehat Barang itu Lae ? semoga sehat ya Lae, tapi kalau pun tak sehat agak agak kau bawa lah berobat sikit barang itu… jadi gini nya itu Lae, macam makin lancar kali kau aku lihat ngomong Lae, agak agak di rem lah sikit lae, jangan terlalu lebar mulut itu Lae…

Macam mana lah kau ini kawan, macam tak sehat lagi barang tu kulihat…Kau bilang lah pulak “PEMIMPIN NON MUSLIM ITU SAMA HARAMNYA DENGAN LGBT DAN BABI”....Apanya maksud kau Lae ? Kejam kali lah omongan kau itu Lae, macam tak ada lagi kasih sayang dalam darah kau lae. Bolehlah kau tidak suka sama mahluk minoritas macam kami ini tapi janganlah sekejam itu kau ngomong Lae. HINA kali lah kau Tarok kami ini Lae Dhani,yang nggak bisanya lagi Lae bertempur secara Jantan makanya Lae sampai menyamakan mahluk Minoritas macam kami ini HARAM ?

Kejam kali kau Lae bah…Makin Mentiko kau...Kau sebut “PEMIMPIN NON MUSLIM ITU SAMA HARAMNYA DENGAN LGBT DAN BABI”, Cok lah kau bayangkan sikit, kalau kita memakai bahasa Indonesia menjelaskannya (tak usah lah dulu bahasa Batak sama bahasa Medan)

PEMIMPIN = PROFESI SECARA INDIVIDU
NON MUSLIM = SEMUA UMAT BERAGAMA NON MUSLIM/ISLAM
Berarti dari kalimat kau itu tersirat juga isi otak kau itu mau bilang semua kami manusia minoritas ini HARAM !!! Bah… kejam kali kau Lae bah….yang lupa nya Lae kalau inang Pangintubu alias Ibu yang melahirkan kau Non Muslim juga ? kulihat di Wikipedia Kristen nya Inong Joyce Teresa Pamela Kohler.

Amang tahe Lae ini bah…entahnya lupa pulak Lae acara “Logika Ahmad Dhani” di iNews TV itu, kan Lae jadi Host disitu, iya kan Lae ? iNews TV kan bagian dari MNC Grup Lae ku, dan Bos nya MNC itu kan Among Hary Tanoesoedibjo yang beragama Kristen, kekmana lah itu Lae ? macem mana lah ini Lae…usahlah kejam kejam kali lae cakap…
Lae HARAM HARAM kan kami padahal uang kami pun adanya kau makan. Jadi maksud kau KAMI SEBAGAI MANUSIA MINOR aja nya yang HARAM ? hanya BANGKE kami aja nya yang HARAM ? gitunya maksud kau Lae ? tapi uang kami tidak HARAM Lae ? Gitu maksud kau ? 
Berapa Juta keping album lae laku ? banyak juganya ORANG HARAM yang beli album lae, jadi kekmana lae ? tidak haramnya uang dari tangan ORANG HARAM macam kami ini ?Berapa juta RBT lagu Lae yang dipakai orang ? banyak juganya ORANG HARAM yang pakai RBT lagu lae menjadi nada Handphone , jadi kekmana lae ? tidak haramnya uang dari tangan ORANG HARAM macam kami ini ?Kalau konser pun kau gitu juganya Lae, banyak juganya ORANG HARAM yang beli tiket konser kau,
jadi kekmana lae ? tidak haramnya uang dari tangan ORANG HARAM macam kami ini ?

di Medan pun adanya Karaoke kau, besar kali gedung karaoke kau di Medan ini, entah berapa tingkat lah itu, yang besaran kulihat. Apa tidak tau kau Lae kalau banyak juga ORANG HARAM masuk ke karaoke kau di Medan ini,
jadi kemana lae ? tidak haramnya uang dari tangan ORANG HARAM macam kami ini ?

Ku ingat lah lagi Lae vocalis vocalis handal yang pernah kau pakek, ada abang Ari , abang Once, ada pulak Lae ku si Judika, bahhh Minoritas nya orang itu tiga Lae, berarti HARAM jugak lah orang itu tiga ya kan Lae, jadi kekmana lae ? tidak haramnya penghasilan dari vocalis yang tiga itu ?

Pernah jugak kubaca di Twitter kau bilang kalau kau ini Musisi Sejati....
macam mana pula Musisi Sejati bisa RASIS Lae ? Cok kau tengok sikit....
music itu adalah SENI dan seni itu adalah UNIVERSAL. Yang ku tau ya Lae, orang yang didarahnya mengalir darah seni akan lebih besar CINTA KASIH nya daripada orang yang dialiri darah lain sebab didalam darah seni itu ada BAHASA CINTA.
Cemana Lae… ? cocok kau rasa… ?

Jangan lah gitu omongan kau Lae ku Dhani,hadapilah panggung politik ini dengan realita yang ada, bagus buat Lae, biar bagus Lae kutengok !!!  cemmana orang mau melihat Kau bagus lae kalau kau aja sek lalap suka MEGHARAM-HARAMKAN orang lain.
Janganlah gara gara ambisi politik jadi ribut orang orang, sudah susah payah nenek moyang kita merebut keutuhan NKRI masak kita harus kotori lagi dengan noda noda SARA ? Jangan pulak gara gara 2 orang kalian di atas sana jadi ribut masyarakat dibawah sini, kau jaga itu Lae. Bahasa kasarnya gini Lae “dua orang nya kalian berebut Tahta diatas sana tapi jadi Tikam-Tikaman masyarakat dibawah sini’’. yang gak main lagi nya kau memikirkan itu kawan ?
Kurasa puas kali lah kau rasa kalau ada ribut Agama di Indonesia ini ya ?

Heran aku melihat Lae bah… bukannya memanfaatkan kepopuleran kau untuk membangun bangsa malah kau pulak yang mau menginginkan ANTAR UMAT BERAGAMA BERKELAHI.
Minum dulu seteko Tuak itu Lae biar agak Cantik lae cakap……..

Note Foot :
1. KERUKUNAN UMAT BERAGAMA itu harga Mati
2. UUD 1945 dan Pancasila adalah pedoman hidup bangsa
3. Jika ada Umat Muslim yang SUKA MENGHARAM-HARAMKAN orang lain biarlah itu menjadi tanggung jawab pribadinya, Saya percaya masih banyak sekali Umat Muslim yang memiliki DARAH KASIH SAYANG yang nyata di masyarakat yang HETEROGEN.
4. Jangan kita sampai ribut dan terkotori hatinya hanya karena KEKUASAAN AHMAD DHANI untuk MENGHARAMKAN ORANG LAIN
5. JANTAN, HARUS !!! RASIS & SARA ,TIDAK !!!
Mari Hapuskan Kebencian, Tebarkan Kedamaian.


1 April 2016
Marulak Sinurat
NO SARA , NO DISKRIMINASI

 
 
SUMBER :
URL DCMA : http://www.bacakabar.com/2016/04/surat-terbuka-dari-meda-kepada-ahmad.html#ixzz44tn2k0F8





KPK Belum Temukan Adanya Niat Jahat dalam Kasus Sumber Waras

 

Selasa, 29 Maret 2016 | 22:58 WIB

http://assets.kompas.com/data/photo/2016/03/29/223139720160329-190549780x390.jpg

 

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan penyelidikan kasus pembelian lahan milik Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Meski demikian, KPK belum menemukan adanya niat jahat pejabat negara dalam kasus tersebut.

"Kami harus yakin betul di dalam kejadian itu ada niat jahat. Kalau hanya kesalahan prosedur, tetapi tidak ada niat jahat, ya susah juga," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (29/3/2016).

Menurut Alex, meski Badan Pemeriksa Keuangan menemukan adanya penyimpangan dalam pembelian lahan tersebut, KPK tetap perlu membuktikan apakah ada niat jahat seseorang dalam kasus tersebut.

Hal serupa juga dikatakan oleh Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief. Menurut dia, yang paling penting untuk menaikan suatu kasus menjadi penyidikan adalah adanya niat jahat dari pelaku.

"Kalau menetapkan sebagai tersangka, saya harus tahu kamu itu berniat merusak, mengambil keuntungan atau merugikan negara," kata Syarief.

Para Pimpinan KPK menyatakan bahwa KPK tidak akan gegabah dalam menangani kasus tersebut.

KPK juga tidak akan terpengaruh adanya desakan untuk meningkatkan status penyidikan menjadi penyidikan.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta membeli lahan milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) senilai Rp 800 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2014.

Oleh BPK, proses pembelian itu dinilai tidak sesuai dengan prosedur dan Pemprov DKI membeli dengan harga lebih mahal dari seharusnya sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 191 miliar.

BPK sebelumnya menemukan enam penyimpangan dalam pembelian lahan Sumber Waras.

Enam penyimpangan itu adalah penyimpangan dalam tahap perencanaan, penganggaran, tim, pengadaan pembelian lahan RS Sumber Waras, penentuan harga, dan penyerahan hasil.

SUMBER :

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/03/29/22580791/KPK.Belum.Temukan.Adanya.Niat.Jahat.dalam.Kasus.Sumber.Waras?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

 

 

 

 

Pertimbangan KPU Pilih Pilkada Serentak di Rabu, 15 Februari 2017

 

Senin 14-03-2016 16:48:00 BERITA



image_demo_40
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2017 jatuh pada hari Rabu, 15 Februari 2017. Ada pertimbangan khusus yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam memilih hari dan tanggal ini.
“Pertimbangan utamanya untuk meningkatkan partisipasi memilih,” kata Juri Ardiantoro, Anggota KPU, saat uji publik rancangan PKPU Tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pilkada 2017 di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat (14/03).
Juri melanjutkan, hari Rabu menjadi semacam hari atas hasil konvensi internal KPU. Rabu adalah hari di tengah minggu dan dipertimbangkan agar pemilih tidak menganggapnya sebagai libur panjang. Sehingga, partisipasi pemilih juga diharapkan tinggi.
Di bulan Februari 2017, ada empat tanggal di hari Rabu. 1, 8,17 dan 22 Februari 2017 jatuh pada hari Rabu. Tanggal 1, 8, dan 22 tidak dipilih karena khawatir menyamai nomor urut pasangan calon dan bisa dijadikan bahan kampanye oleh pasangan calon.
“Tanggal 8 khawatir menyamai nomor urut paslon. Tanggal 8 dekat pula dengan hari raya masyarakat Papua. Sementara tanggal 22 mirip dengan bahan kampanye pasangan calon,” tandas Juri. [Dhika]

SUMBER :
http://www.rumahpemilu.org/in/read/10991/Pertimbangan-KPU-Pilih-Pilkada-Serentak-di-Rabu-15-Februari-2017





Ini Tahapan Pilgub DKI 2017, Dukungan Independen Harus Diserahkan Agustus

Danu Damarjati - detikNews

http://usimages.detik.com/community/media/visual/2015/08/10/130dec2a-d6a9-4f9d-8842-72a1b885d745.jpg?w=780&q=90

Jakarta - Atmosfer politik jelang Pemilu Gubernur DKI 2017 sudah mulai memanas sejak dari sekarang. Sebenarnya kapan tahapan Pilgub DKI 2017 itu akan dimulai?
Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Khusus Ibukota Jakarta (KPU Provinsi DKI), Sumarno, menyatakan pihaknya sudah mempunyai draf simulasi tentang jadwal tahapan Pilgub DKI 2017 berdasarkan pada penyelenggaraan Pilgub sebelumnya.
"Kita sudah mempunyai simulasi tentang jadwal meski baru dalam taraf draf awal," kata Sumarno kepada detikcom, Senin (7/3/2016).
Mei 2016, tahapan persiapan Pilgub DKI 2017 akan dimulai. Persiapan meliputi penyusunan regulasi, perumusan program-program, hingga pembentukan panitia ad hoc berupa petugas pemilu. Bimbingan teknis (Bimtek) kepada petugas pemilu akan dilaksanakan pada bulan Juni. Tahapan persiapan kelar, barulah kemudian dimulai tahapan penyelenggaraan.
Agustus 2016, penyerahan dukungan dari bakal pasangan calon jalur independen. Calon yang menempuh jalur independen harus menyerahkan dukungannya ke KPU. Untuk konteks DKI, dukungan minimal berjumlah 532.213 KTP dan formulir pernyataan dukungan terhadap bakal pasangan calon independen.
"Itu akan dimulai pada pekan pertama Agustus," kata Soemarno.
Agustus hingga September 2016, KPU DKI melakukan verifikasi terhadap dukungan untuk bakal pasangan calon jalur independen itu. Verifikasi ada dua jenis, yakni verifikasi administrasi dan verifikasi faktual.
"Yang faktual itu, kami akan menyocokkan dokumen dukungan itu, datang ke alamat warga satu per satu. Kalau Pak Ahok (Gubernur Basuki T Purnama) mmenyatakan mendapat dukungan satu juta dukungan, ya kami datangi satu juta nanti. Kami punya petugas ribuan nanti," kata Soemarno.
September 2016, pengumuman hasil verfikasi bakal pasangan calon. Sebelum mengumumkan hasil verifikasi ini, KPU memberi kesempatan kepada bakal pasangan calon independen dan juga partai politik untuk memperbaiki kekurangan hasil verifikasi sebelumnya, bila memang ditemukan ketidaksesuaian data. Jadi, ada dua kali kesempatan verifikasi.
"Termasuk bakal pasangan calon dari parpol juga begitu. Nanti masa perbaikan itu mereka maksimalkan, kalau bisa melengkapi kekurangan maka mereka bisa mendaftar lagi dan kami verifikasi lagi," kata Soemarno.
Oktober 2016, bakal calon independen dan bakal calon dari jalur parpol akan mendaftar sebagai cagub dan cawagub di Pilkada DKI 2017 dalam waktu bersamaan.
"Yang lebih awal itu adalah penyerahan dukungan dari bakal calon independen (Agustus). Kalau pendaftarannya, semua calon baik dari independen maupun parpol sama-sama dilakukan pada Oktober, tiga hingga empat hari masa pendaftaran," kata Soemarno.
Pada bulan Oktober itu nanti juga akan dilakukan penetapan bakal calon menjadi calon, dilanjutkan dengan pengundian nomor urut pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI 2017.
"Kemudian, pencoblosan akan dilakukan 15 Februari 2017," kata Soemarno.
Terlepas dari simulasi itu, Soemarno menyatakan itu barulah sekadar draf. Untuk kepastian jadwalnya secara rigid, KPU DKI akan menunggu keputusan KPU Pusat. Bukan hanya DKI saja yang menunggu kepastian KPU Pusat, karena Pilkada serentak 2017 akan diikuti oleh tuju provinsi dan 94 kabupaten/kota.


(dnu/dnu)

SUMBER : Detik.com



 SUMBER :

 http://news.detik.com/berita/3158744/ini-tahapan-pilgub-dki-2017-dukungan-independen-harus-diserahkan-agustus








Pengumpulan KTP Ahok-Heru Tidak Perlu Materai

 

17 Maret 2016

#Laporan Pengumpulan KTP
Medium ilustrasi artikel meterai 01
Dukungan #KTPuntukAhok TIDAK PERLU MATERAI
Teman Ahok menegaskan bahwa pengumpulan KTP untuk Ahok dengan menggunakan formulir Teman Ahok tidak perlu ditempeli Materai. Teman Ahok menilai, perihal materai ini adalah informasi simpang siur yang berangkat dari pernyataan KPUD yang kemudian disalahpahami oleh relawan dan dimanfaatkan untuk mempersusah pengumpulan KTP. 

Juru Bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas menyampaikan bahwa  Teman Ahok sebelumnya telah berkoordinasi dengan KPUD, jauh sebelum dimulainya pengumpulan KTP. “Materai ini disalah artikan. Memang KPUD menjelaskan Materai memang nanti harus digunakan saat  proses pendaftaran ke KPU. Materai tersebut ditempelkan di Form KWK-B1”,  jelasnya. 

Namun yang diisi masyarakat saat ini, sambung Lia, bukan merupakan Form KWK-B1. “Form KWK B-1 itu bukan form yang sekarang. KWK B-1 itu nantinya berisi rekapitulasi siapa saja yang mengumpulkan KTP, dikelompokkan per wilayah. Jadi hanya satu Formulir KWK B-1 per kelurahan. Dan itu nanti yang akan membuat adalah Teman Ahok, dan yang menandatangani form tersebut juga bukan yang memberi KTP, tapi kandidatnya, yaitu Pak Ahok dan Pak Heru.” Amalia menjelaskan. 

Terkait tudingan lawan politik Ahok, Amalia enggan menanggapi terlalu jauh. “Itu biasa untuk menyerang kita. Jika sejuta KTP kali materai enam ribu ya sampai 6 Milyar. Tapi kan sebenarnya Cuma 247 Materai total nanti, tak sampai dua juta rupiah.” jelasnya. “Andai sampai 6 Miliar begitu hanya untuk materai, berarti aturannya yang tidak benar. Jauh-jauh hari pasti sudah kita gugat.” Amalia menutup.


SUMBER:
http://temanahok.com/artikel/145-pengumpulan-ktp-ahok-heru-tidak-perlu-materai?l=id







Ahok , Basuki Tjahaya Purnama - Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 : Analisa Koalisi dan Penantang







http://assets-a2.kompasiana.com/items/album/2015/12/26/jelang-pilgub-dki-ahok-567e6be985afbd3309f94bbf.jpg?t=o&v=760

Analisa netral dan objektif oleh si Engkong, warga Betawi tiga jaman dibantu si Entong seorang cukong (cucu engkong) yang kuliah di fakultas ekonomi jurusan Blok M - Grogol.

PLUS RAMALAN  KI PRANA LEWU 

http://kostsudirmanthamrin.blogspot.ca/

Saking pusing melihat banyaknya berita/artikel di Kompas dan Kompasiana mengenai Pemilihan Gugernur DKI Jakarta 2017 maka ane mencoba membuat analisa ini daripada jadi eneg seperti kata Kompasianer ini.





Komposisi DPRD DKI Jakarta dapat dicari di Wikipedia 

DPRD DKI JAKARTA TOTAL KURSI 106  terdiri atas partai-partai:
Papan atas : PDIP=28,Gerindra=15.
Papan tengah : PKS/GOLKAR/DEMOKRAT/PPP/HANURA= 11+9+10+10+10=50

Papan bawah : Nasdem+PKB + PAN =5+6+2=13


Untuk bisa mengusung minimal harus punya 22kursi/cagub

Lihat tabel disini

http://cdn.klimg.com/kapanlagi.com/selebriti/Desy_Ratnasari/sep-desy-ratnasari-013.jpg
Desy Ratnasari (PAN)
Daftar calon :

KW1 : Sandiaga Uno,Yusril IM, Roy Suryo, Adyaksa Dault, Triwicaksana,  Jarot, Boy Sadikin, Ganjar, Risma

KW2 : Hasnaeni Moein (wanita emas), , H. Lulung, M. Taufik, M Sanusi, Suyoto (bupati Brojonegoro)


KW3 :Ahmad Dhani,Farhat Abbas  Dessy Ratnasari, Eko Patrio yang dijagokan PAN berita terakhir ................... Eki Pitung,Ahmad Taufik/ Mujtahid Hashem ( calon KPU gagal)
mungkin akan menyusul lagi tokoh lain....sudah 15 cagub lebih...

PDIP(28 kursi) sudah pasti punya calon sendiri :Jarot/Risma/Ganjar/Boy Sadikin....

NasDem(5kursi) sudah mantap dengan Ahok di jalur independen. Update : Hanura telah merapat ke Teman Ahok, sudah deklarasi hari Sabtu 26/3/2016.



HASNAENI MOEIN SI WANITA EMAS
Demokrat sedang membuka pendaftaran. Diluar dugaan Nachrowi malah tidak mendaftar.  

PPP(10kursi) tidak mengusung Haji Lulung, tapi Djan farids mau mengusung Yusril , harus mencari 12 kursi lagi. tetapi ketua PPP hasil Muktamar VIII adalah Romahurmuzy.  Jadi dukungan terhadap Yusril hanya "cheque kosong"

Jadi masih ada beberapa partai yang masih menunggu perkembangan : PKS,Golkar, PPP, Demokrat PKB, PAN total kursi 11+9+10+10+6+2= 39 kursi. Hanya cukup untuk membuat satu koalisi, ingat harus > 22 kursi

Yusril Ihra Mahendra dari PBB (0 kursi) berkoalisi dengan ........????? Dia sedang wara-wiri mencari partai pengusung. Suatu saat dia ngomong : ' Ical mendukung saya" . Dia mempromosikan agar KMP  mengusung calon tunggal, tentu dirinya sendiri. Lalu dia merayu PDIP untuk menempel ke KMP, lucu juga professor lihai ini. Wah bakal kuat sekali dia didukung PKS,Golkar, PPP, PAN, PDIP = 11+9+10+2+28=60 kursi.

Yusril Dianggap Bakal Calon Serba Untung :   Kalau diusung oleh partai -partai lain maka partainya PBB akan naik pamornya, karena dianggap  punya kader unggulan dibanding partai pengusung. Kalau tidak jadipun PBB  dapat iklan gratis.


http://kostsudirmanthamrin.blogspot.ca/


Update : PAN  melakukan penjaringan dengan calon Ahok, Sandiaga dan Suyoto (Bupati Brojonegoro).

Jadi melalui jalur partai diperkirakan hanya maximum ada 3 koalisi atau pasangan calon (paslon).

1.PDIP bisa sendiri, tetapi berita terakhir mengundang Yusril.

2.Gerindra,Demokrat membentuk koalisi mengusung Sandiaga + Mr X.

3.PKS, Golkar dan PPP  mengusung Yusril   + Triwicaksana jadi H. Lulung tidak bisa masuk disini, itulah sebabnya dia sudah mulai dengan mengumpulkan KTP. Partai Yusril sendiri PBB tidak punya kursi di DPRD jadi ini benar2 kalau dia lihai merayu partai lain. 


Calon lain Adyaksa Dault, Roy Suryo, Wanita Emas, dan calon KW2 dan KW3 ............... terpaksa menempuh jalur independen

Kans Ahmad Dhani kecil karena walaupun populer dia diusung oleh PKB (6 kursi) jadi harus mencari rekan
Ahmad Dhani
koalisi minimal 2 partai papan tengah. Sangat disayangkan karena sudah lama Jakarta tidak punya gubernur seniman sejak Henk Ngantung (pelukis ) . Apalagi Dhani punya potongan rambut unik, sehingga bisa jadi icon Ibukota seperti Kamboja punya raja Norodom Sihamoni yang botak plontos. Beliau juga seniman penari ballet.


Norodom Sihamoni










Grace Natalie dalam Indonesia Lawyers Club Tv One (Selasa, 8 Maret 2016)








https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizSMjSPsSFmuS4Il6gO9VhllXm1fbH4PQjlYk-4W5eOzrzFnSfBMIA-Tfs9oVLbyT6SCplujTgnvvlphH2OjYYWNDi0LK_lXQoggzNJ45rkEy1yMfd7oMD5KUCrfo0Cg9AHvyXPa3UuBE/s1600/ahok-you-will-never-walk-alone.jpg

GMJ Sukses Kumpulkan 1,3 Juta KTP Pendukung Cagub Muslim

http://img1.beritasatu.com/data/media/images/medium/811457702078.jpg
Ketua Gerakan Masyarakat Jakarta, Fachrurozi Ishaq (empat ke kanan) dan bacalon Gubernur dari Partai Gerindra M Sanusi ( tiga dari kanan) menyatakan dukungan cagub dan cawagub muslim maju dalam Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen. (Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun)

 
 
Jakarta - Untuk mendukung adanya calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) muslim yang maju melalui jalur independen dalam Pilkada DKI 2017, Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) mengklaim telah mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI sebanyak 1,3 juta lebih KTP dari warga muslim di Jakarta.
 
Ketua GMJ, Fachrurozi Ishaq, mengatakan, pihaknya sudah memulai mengumpulkan KTP sejak tiga bulan lalu. Pengumpulan KTP DKI dilakukan diseluruh majelis taklim yang tersebar di lima wilayah DKI Jakarta.
"Jadi, tiga bulan yang lalu kami sudah mengumpulkan KTP DKI dari umat muslim yang bergabung dalam majelis taklim di Jakarta. Target kami di bulan April mendatang, kami sudah bisa mengumpulkan KTP DKI diatas dua juta,” kata Fachrurozi dalam acara deklarasi mengusung Balon Gubernur Muslim DKI di Gedung Juang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/3).
 
Untuk mengumpulkan KTP DKI tersebut, GMJ telah mendirikan sekitar 500 posko penjaringan KTP DKI. Dia yakin jumlah posko akan bertambah banyak hingga 600 posko. Karena pendirian posko berjalan melalui majelis-majelis taklim.
“Kami berkomitmen untuk mendukung orang-orang yang punya komitmet untuk rakyat. Yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan umat Islam,” ujarnya.
Siapa pun cagub dan cawagub muslim yang akan maju melalui jalur independen, pihaknya akan menyerahkan seluruh KTP yang sudah terkumpul kepada pasangan tersebut. Sehingga pasangan cagub dan cawagub muslim tersebut tidak perlu susah payah lagi mengumpulkan KTP DKI yang menjadi syarat paling berat bila ingin maju independen.
 
“Memang ada 15 balon gubernur yang kami ajukan. Tapi 15 ini kan akan disaring, sehingga menghasilkan pasangan cagub dan cawagub muslim yang akan maju dalam Pilkada melalui jalur independen,” jelasnya.
 
Bila ada partai politik (parpol) yang akan bekerja sama, ditegaskannya, GMJ akan selalu terbuka untuk bekerja sama mendukung cagub dan cawagub muslim DKI.
“Kami, GMJ siap kerja sama dengan seluruh partai yang ada. Kami tidak menutup pintu. Bahkan kami akan proaktif dengan parpol yang mau bekerja sama dengan kami. Kami akan serahkan KTP kami untuk cagub dan cawagub muslim,” tegasnya.
 
Lenny Tristia Tambun/FER
BeritaSatu.com














Partai Gerindra Ikut Kumpulkan 2 Juta KTP untuk Cagubnya

 Terkait :
 Latah kumpul KTP

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski berbentuk partai politik, tim penjaringan Partai Gerindra ikut melakukan pengumpulan dukungan data KTP seperti yang dilakukan calon independen.
Target dukungan yang ditentukan pun lebih banyak dua kali lipat dari yang dikumpulkan relawan Basuki Tjahaja Purnama, Teman Ahok.
"Saya sedang menyiapkan dukungan buat cagub Gerindra sebanyak 2 juta KTP," ujar Ketua Tim Penjaringan Partai Gerindra Syarif ketika dihubungi, Minggu (13/3/2016).
Lantas, untuk apa dukungan KTP tersebut? 

Menurut kaskuser tujuannya :

dengan pengumpulan ktp ntar bisa jadi bahan utk menolak ktp yg udah dikasih buat ahok.
semisal, ada nik yg sama yg terdapat di ahok dan gerindra.
harapannya kalo ada yg sama maka yg ahok nanti dianggap menipu, memaksa, memanipulasi dll. (di Mahkamah Konstitusi)

bagaimana caranya?
halusnya pake duit ke pemilik ktp
kasarnya mgkn intimidasi baik secara langsung maupun tidak langsung (pekerjaan dll)

Syarif mengatakan partainya mengumpulkan KTP untuk memperkuat jaringan dukungan serta memperkuat mesin partai. Syarif mengatakan 2 juta orang yang mengumpulkan KTP ini akan membantu Partai Gerindra untuk memenangkan calon yang nanti akan diusung.
Mereka akan menjadi tambahan kekuatan untuk Gerindra di luar kader yang sudah dimiliki.
"Untuk bahan pemetaan dukungan dan data calon saksi juga penggerak suara," ujar Syarif.
Selain itu, cara ini sekaligus menjadi salah satu sosialisasi Partai Gerindra dalam mengenalkan cagub-cagubnya. Syarif mengatakan pengumpulan KTP ini akan dilakukan oleh kader Partai Gerindra yang berada di tingkat ranting dan cabang.
"Jadi akan dilakukan oleh mesin partai kita dari tingkat ranting sampai cabang serta kader lainnya berjumlah sekitar 64 ribu orang," ujar dia.
Sebelum Partai Gerindra, pihak yang lebih dulu mengumpulkan KTP adalah Ahok (sapaan Basuki) melalui relawannya, Teman Ahok.
Kemudian ada juga Abraham Lunggana melalui komunitasnya bernama Jaringan Suka Haji Lulung. Yusril Ihza Mahendra juga berniat mengumpulkan KTP dari masjid ke masjid.
 SUMBER :
 http://megapolitan.kompas.com/read/2016/03/14/07320961/Partai.Gerindra.Ikut.Kumpulkan.2.Juta.KTP.untuk.Cagubnya.








Eneg Mau Muntah Lihat Artikel Pro dan Anti Ahok

13 Maret 2016 19:44:57 Diperbarui: 13 Maret 2016 20:43:23

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJTqR3E48ywPKUURov6jy7HYkK6sC0lhygv5x5pXd3a3-e6RuYs7NWwkXNDuBT4rgKFzFsXJRBx2FbT0icsuNHJFtPH5eF977tk0Bvza-4DObQRK3l19KLKQ75Km7S69sQs512oqz1VWg/s1600/Keracunan+Makanan.png Sejak Ahok mengumumkan akan maju Pilkada DKI lewat Independent (Teman Ahok), tiba tiba di kompasiana banyak muncul penulis penulis baru (atau mungkin baru nulis - kayak ane juga), banyak yang menulis tentang kebaikan Ahok (yang pro Ahok) dan kejelakan Ahok (yang anti Ahok), yang bikin eneg di timeline facebook gue sekarang isinya postingan tentang Ahok melulu, baik yang pro maupun kontra yang muncul berulang-ulang karena share orang yang berbeda, dalam sehari bisa muncul 5-10 kali. Ada juga sih tulisan tentang Calon Gubernur lain, ini bikin tambah eneg calonnya ga ada yang bermutu, tulisannya juga gak bermutu.

Kalo liat artikelnya sih sebetulnya banyak yang sama, cuma di posting di website yang beda, dan juga banyak di blog yang beda... Dan hampir semua website tersebut keliatannya cuma copy paste doang.....terus di sharing di facebook....dan bodohnya banyak juga yang sharing lagi di wall mereka... dari tampilan website yang ada itu juga hampir ga ada yang profesional, jadi sepertinya cuma buat narik dan naikan traffic doang....ujung ujungnya cari duit.... Pengunjung mo muja-muja atau mo maki maki buat yang punya website itu ga masalah...yang penting traffic naek..cuy.

Analisa gw neh...sepertinya artikel pujian segede gunung atau kejelekan sedalam laut juga sepertinya ga akan ngaruh...Karena para pembaca sebenarnya sudah mempunyai persepsi masing masing....tentag para calon gubernur DKI..Dan sudah punya keputusan kira-kira akan milih siapa... Atau untuk yang blom punya keputusan...mendingan ga usaha cari informasi dari Kompasiana atau Facebook, atau lainnya...cuma ngabisin waktu doang...,

Mendingan inget aja berita-berita yang udah lewat 1 bulan, 2 bulan.., 1 tahun...2 tahun..yang lalu...tentang orang orang yang mao calon gubernur DKI, terus putuskan denga Hati..tapi itu nanti tahun depan yah........ itu juga kalo punya hak pilih di DKI, kalo gak punya hak pilih....mendingan bobo aja deh...

Terus buat yang suka sharing di facebook, mending di hentikan juga..cuma ngotor-ngotor time line...rekan anda....Dan bikin orang ga produktif....cuma komenin artikel doang... Dan sepertinya Pilkada DKI yang masih setahunan lagi..akan lebih banyak ngabisin waktu kita semua buat tulis, baca atau respon tulisan orang, yang sama sekali ga ada yang produktif....

.Jadi mendingan kurangin baca artikel ahok dan calon gubernur lain yah Sok.. ayo...mendingan kerja ..kerja...kerja... PS : Lumayan eneg nya sedikit bekurang abis nulis ....:)

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/leohermawan/eneg-mau-muntah-lihat-artikel-pro-dan-anti-ahok_56e560c94f7a614a10607727

Teman Ahok Kebanjiran KTP sejak Ahok Umumkan Maju lewat Jalur Independen

http://assets.kompas.com/data/photo/2015/09/19/221423420150919-161116780x390.jpg

Beberapa peserta Piknik Senja mengumpulkan KTP mereka di booth yang ada di acara Piknik Senja, Sabtu (19/9/2015).

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 10.000 lembar formulir baru ludes sejak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan akan maju lewat jalur independen pada Pilkada DKI Jakarta 2017 dan nama Heru Budi Hartono dicantumkan sebagai calon wakil gubernurnya pada Senin (7/3/2016) lalu.
"Hanya dalam waktu dua hari habis, ini kita mau cetak terus," kata Juru Bicara Teman Ahok, Singgih Widiyastono, kepada Kompas.com di kantornya, Kamis (10/3/2016) malam.
Hingga malam hari, Markas Besar Teman Ahok di Perumahan Graha Pejaten, Jakarta Selatan, sibuk dibanjiri warga DKI yang membawa formulir. Ada juga yang melapor ingin membuka posko di rumahnya.

Singgih mengakui adanya kenaikan jumlah formulir yang terkumpul setelah Ahok mendeklarasikan dirinya akan maju lewat jalur independen dan menggandeng Heru Budi Hartono sebagai wakilnya pada pilkada tahun depan.

"Di booth Mall Kelapa Gading biasanya sekitar 2.000-an, kemarin itu sampai 3.200. Sampai ibu-ibu bantuin kami mengisi formulir," kata Singgih sambil menunjukkan foto-foto dokumentasi mereka.

Dalam dua bulan ke depan, Teman Ahok akan bekerja ekstrakeras. Hal itu disebabkan sekitar 77.000 KTP yang terkumpul sebelum pengumuman nama Heru sebagai cawagub perlu diverifikasi ulang.
Dalam formulir sebelumnya, nama cawagub dikosongkan. Verifikasi ulang akan dilakukan dengan menurunkan 300 hingga 500 relawan untuk mendatangi 77.000 pemilik KTP tersebut.
"Kami akan turun door-to-door," kata Singgih.

Singgih pun tak menampik akan adanya kemungkinan warga kembali menarik dukungannya karena tidak mengenal sosok Heru.
"Tetapi, sejauh ini belum ada sih ya," ujarnya.

Sosok Heru Budi Hartono yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta memang baru-baru ini dikenal masyarakat. Namun, berdasarkan cerita dari Teman Ahok, Heru memang tokoh yang tepat untuk maju bersama Ahok.
"Oke bangetlah pokoknya (Heru). Pak Ahok sendiri yang memilih, kami yakin itu pilihan yang baik," kata Singgih.

Di lapangan, Teman Ahok tidak hanya mengumpulkan KTP. Mereka juga turut mengampanyekan Heru.
"Ya jelas sebagai marketing juga kami, kalau ada yang bertanya, ya kami sampaikan kinerja bagusnya," ujar Singgih.

Teman Ahok menyambangi kediaman Ahok di Pluit, Jakarta Utara, hari Minggu malam lalu. Dalam pertemuan tersebut, Ahok menyatakan secara mantap akan mempertaruhkan nasibnya kepada Teman Ahok dan memilih Heru sebagai wakil.
"Senang sekali kami, sampai langsung ditelepon Pak Heru di depan kami," kata Singgih.

Kini, Teman Ahok sedang berusaha mengejar target untuk menembus 1 juta KTP. "Mudah-mudahan Mei bisa terkumpul," ujar Singgih.

 

 

SUMBER  :

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/03/11/09424901/Teman.Ahok.Kebanjiran.KTP.sejak.Ahok.Umumkan.Maju.lewat.Jalur.Independen?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=kpoprd